King Cobra 4 Meter Masuk Kantor BRIN di Tangsel, Evakuasinya Menegangkan

King Cobra 4 Meter Masuk Kantor BRIN di Tangsel, Evakuasinya Menegangkan – Seekor king cobra sepanjang 4 meter mengejutkan karyawan BRIN di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, pada Selasa (12/5/2026). Ular berbisa itu ditemukan di area toilet kantor, membuat suasana kantor sempat kacau.

Kronologi Penemuan Ular di Toilet

Peristiwa itu terjadi di kawasan BRIN Puspiptek Serpong, yang dikenal memiliki area hijau luas dan berdekatan dengan hutan serta perkebunan. Kondisi tersebut memang membuat kemunculan satwa liar, termasuk ular, masih sangat mungkin terjadi.

Salah seorang karyawan di lokasi awalnya mengira ular tersebut adalah ular biasa. Namun, setelah melihat lebih dekat, ia terkejut karena ular itu ternyata adalah king cobra raksasa.

“Awalnya kami kira ular biasa. Setelah dilihat lebih dekat ternyata king cobra dan ukurannya lumayan besar,” ujar petugas tersebut.

Proses Evakuasi

Proses evakuasi ular king cobra ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Tim slot bonus 100 evakuasi langsung mengamankan area sekitar agar tidak ada karyawan yang mendekat. Penanganan dilakukan secara perlahan karena ular jenis ini bisa menjadi sangat agresif jika merasa terganggu atau terancam.

“Kami langsung mengamankan area supaya tidak ada yang mendekat. Penanganannya harus pelan karena ular ini bisa agresif kalau merasa terganggu,” kata petugas lain di lokasi.

Video proses evakuasi ular tersebut pun viral di media sosial, memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian merasa ngeri membayangkan kejadian tersebut, sementara yang lain menanggapinya dengan candaan.

Ancaman King Cobra

King cobra (Ophiophagus hannah) dikenal sebagai ular berbisa terpanjang di dunia. Ular ini memiliki panjang rata-rata 3 hingga 4 meter, bahkan ada yang bisa mencapai lebih dari 5 meter. Racun king cobra bersifat neurotoksin yang dapat menyerang sistem saraf korban dengan cepat.

Gigitan king cobra sangat berbahaya bagi manusia. Racunnya dapat menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan, gagal napas, dan kematian jika tidak segera ditangani dengan penangkal racun (antivenom) yang tepat.

Pentingnya Penanganan Profesional

Menanggapi kejadian viral ini, warganet mengingatkan pentingnya penanganan profesional saat menemukan ular berbisa di lingkungan kerja maupun permukiman. Mereka menyarankan agar masyarakat segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau pawang ular yang berpengalaman, dan tidak mencoba menangani sendiri.

Menangani king cobra sendiri sangat berisiko karena ular ini dapat bergerak cepat dan memiliki jangkauan serangan yang luas. Selain itu, ular ini juga dikenal dapat “berdiri” hingga sepertiga panjang tubuhnya saat merasa terancam, membuatnya semakin sulit dihindari.

Imbauan untuk Masyarakat

Bagi masyarakat yang bekerja atau tinggal di area yang berdekatan dengan spaceman hutan, kebun, atau area hijau lainnya, disarankan untuk selalu waspada terhadap kemunculan satwa liar, termasuk ular. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Menjaga kebersihan lingkungan, terutama area yang dapat menjadi sarang tikus (mangsa alami ular)

  2. Menutup lubang-lubang atau celah pada bangunan yang dapat menjadi jalur masuk ular

  3. Memasang kawat kasa pada ventilasi dan saluran udara

  4. Segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan ular, jangan mencoba menangani sendiri

Kejadian masuknya king cobra ke area perkantoran ini menjadi pengingat bahwa konflik antara manusia dan satwa liar dapat terjadi kapan saja, terutama di wilayah yang memang menjadi habitat alami berbagai jenis satwa. Kewaspadaan dan penanganan yang tepat menjadi kunci keselamatan bersama.


Kesimpulan: Seekor king cobra sepanjang 4 meter ditemukan di toilet kantor BRIN di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena ular ini berbahaya dan dapat agresif. Warganet mengingatkan pentingnya penanganan profesional saat menemukan ular berbisa dan tidak mencoba menangani sendiri.